• Nakafa

    Nakafa

    Belajar gratis dan berkualitas.
Mata pelajaran
    • Kelas 10
    • Kelas 11
    • Kelas 12
Latihan
Suci
  • Al Quran
Artikel
  • Politik
  • Komunitas
  • Tentang

Command Palette

Search for a command to run...

Matriks

Perkalian Matriks

Memahami Perkalian Dua Matriks

Perkalian matriks adalah operasi fundamental dalam aljabar linear. Berbeda dengan penjumlahan atau pengurangan matriks yang elemennya langsung dioperasikan, perkalian matriks memiliki aturan tersendiri.

Syarat Perkalian Matriks

Dua matriks, katakanlah matriks AAA dan matriks BBB, dapat dikalikan (A×BA \times BA×B) hanya jika jumlah kolom pada matriks AAA sama dengan jumlah baris pada matriks BBB.

Misalkan matriks AAA memiliki ordo m×nm \times nm×n (artinya mmm baris dan nnn kolom) dan matriks BBB memiliki ordo n×pn \times pn×p (artinya nnn baris dan ppp kolom).

Karena jumlah kolom matriks AAA (nnn) sama dengan jumlah baris matriks BBB (nnn), maka matriks AAA dan BBB dapat dikalikan.

Hasil perkaliannya, sebut saja matriks C=ABC = ABC=AB, akan memiliki ordo m×pm \times pm×p.

Cara Menghitung Elemen Hasil Perkalian

Elemen cijc_{ij}cij​ pada matriks CCC (yaitu elemen pada baris ke-iii dan kolom ke-jjj) dihitung dengan mengalikan setiap elemen pada baris ke-iii dari matriks AAA dengan elemen yang bersesuaian pada kolom ke-jjj dari matriks BBB, kemudian menjumlahkan semua hasil perkalian tersebut.

Secara matematis, jika A=[aik]A = [a_{ik}]A=[aik​] dan B=[bkj]B = [b_{kj}]B=[bkj​], maka elemen cijc_{ij}cij​ dari matriks C=ABC = ABC=AB adalah:

cij=∑k=1naikbkj=ai1b1j+ai2b2j+⋯+ainbnjc_{ij} = \sum_{k=1}^{n} a_{ik}b_{kj} = a_{i1}b_{1j} + a_{i2}b_{2j} + \dots + a_{in}b_{nj}cij​=k=1∑n​aik​bkj​=ai1​b1j​+ai2​b2j​+⋯+ain​bnj​

Notasi ∑\sum∑ (sigma) berarti penjumlahan.

Dalam rumus di atas, kita menjumlahkan hasil perkalian aikbkja_{ik}b_{kj}aik​bkj​ untuk semua nilai kkk dari 1 sampai nnn.

Langkah-Langkah Mengalikan Matriks

Mari kita lihat contoh sederhana untuk memahami prosesnya.

Misalkan kita punya matriks P=[p11p12p21p22]P = \begin{bmatrix} p_{11} & p_{12} \\ p_{21} & p_{22} \end{bmatrix}P=[p11​p21​​p12​p22​​] dan Q=[q11q12q21q22]Q = \begin{bmatrix} q_{11} & q_{12} \\ q_{21} & q_{22} \end{bmatrix}Q=[q11​q21​​q12​q22​​].

Matriks PPP berordo 2×22 \times 22×2 dan matriks QQQ juga berordo 2×22 \times 22×2. Jumlah kolom PPP (yaitu 2) sama dengan jumlah baris QQQ (yaitu 2), jadi kita bisa mengalikannya. Hasilnya, R=PQR = PQR=PQ, akan berordo 2×22 \times 22×2.

R=[r11r12r21r22]R = \begin{bmatrix} r_{11} & r_{12} \\ r_{21} & r_{22} \end{bmatrix}R=[r11​r21​​r12​r22​​]

Elemen-elemen matriks RRR dihitung sebagai berikut:

r11=(baris 1 dari P)⋅(kolom 1 dari Q)=p11q11+p12q21r_{11} = (\text{baris 1 dari } P) \cdot (\text{kolom 1 dari } Q) = p_{11}q_{11} + p_{12}q_{21}r11​=(baris 1 dari P)⋅(kolom 1 dari Q)=p11​q11​+p12​q21​
r12=(baris 1 dari P)⋅(kolom 2 dari Q)=p11q12+p12q22r_{12} = (\text{baris 1 dari } P) \cdot (\text{kolom 2 dari } Q) = p_{11}q_{12} + p_{12}q_{22}r12​=(baris 1 dari P)⋅(kolom 2 dari Q)=p11​q12​+p12​q22​
r21=(baris 2 dari P)⋅(kolom 1 dari Q)=p21q11+p22q21r_{21} = (\text{baris 2 dari } P) \cdot (\text{kolom 1 dari } Q) = p_{21}q_{11} + p_{22}q_{21}r21​=(baris 2 dari P)⋅(kolom 1 dari Q)=p21​q11​+p22​q21​
r22=(baris 2 dari P)⋅(kolom 2 dari Q)=p21q12+p22q22r_{22} = (\text{baris 2 dari } P) \cdot (\text{kolom 2 dari } Q) = p_{21}q_{12} + p_{22}q_{22}r22​=(baris 2 dari P)⋅(kolom 2 dari Q)=p21​q12​+p22​q22​

Contoh Perkalian Dua Matriks

Diberikan dua matriks:

A=[−72−210−123−1]A = \begin{bmatrix} -7 & 2 & -2 \\ 1 & 0 & -1 \\ 2 & 3 & -1 \end{bmatrix}A=​−712​203​−2−1−1​​
B=[12−1320]B = \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ -1 & 3 \\ 2 & 0 \end{bmatrix}B=​1−12​230​​

Matriks AAA berordo 3×33 \times 33×3 dan matriks BBB berordo 3×23 \times 23×2.

Jumlah kolom matriks AAA (yaitu 3) sama dengan jumlah baris matriks BBB (yaitu 3).

Jadi, ABABAB dapat dihitung dan akan menghasilkan matriks berordo 3×23 \times 23×2.

Mari kita hitung C=ABC = ABC=AB:

C=[c11c12c21c22c31c32]C = \begin{bmatrix} c_{11} & c_{12} \\ c_{21} & c_{22} \\ c_{31} & c_{32} \end{bmatrix}C=​c11​c21​c31​​c12​c22​c32​​​
c11=(−7)(1)+(2)(−1)+(−2)(2)=−7−2−4=−13c_{11} = (-7)(1) + (2)(-1) + (-2)(2) = -7 - 2 - 4 = -13c11​=(−7)(1)+(2)(−1)+(−2)(2)=−7−2−4=−13
c12=(−7)(2)+(2)(3)+(−2)(0)=−14+6+0=−8c_{12} = (-7)(2) + (2)(3) + (-2)(0) = -14 + 6 + 0 = -8c12​=(−7)(2)+(2)(3)+(−2)(0)=−14+6+0=−8
c21=(1)(1)+(0)(−1)+(−1)(2)=1+0−2=−1c_{21} = (1)(1) + (0)(-1) + (-1)(2) = 1 + 0 - 2 = -1c21​=(1)(1)+(0)(−1)+(−1)(2)=1+0−2=−1
c22=(1)(2)+(0)(3)+(−1)(0)=2+0+0=2c_{22} = (1)(2) + (0)(3) + (-1)(0) = 2 + 0 + 0 = 2c22​=(1)(2)+(0)(3)+(−1)(0)=2+0+0=2
c31=(2)(1)+(3)(−1)+(−1)(2)=2−3−2=−3c_{31} = (2)(1) + (3)(-1) + (-1)(2) = 2 - 3 - 2 = -3c31​=(2)(1)+(3)(−1)+(−1)(2)=2−3−2=−3
c32=(2)(2)+(3)(3)+(−1)(0)=4+9+0=13c_{32} = (2)(2) + (3)(3) + (-1)(0) = 4 + 9 + 0 = 13c32​=(2)(2)+(3)(3)+(−1)(0)=4+9+0=13

Jadi, hasil perkalian matriks ABABAB adalah:

AB=[−13−8−12−313]AB = \begin{bmatrix} -13 & -8 \\ -1 & 2 \\ -3 & 13 \end{bmatrix}AB=​−13−1−3​−8213​​

Sekarang, bagaimana dengan BABABA?

Matriks BBB berordo 3×23 \times 23×2 dan matriks AAA berordo 3×33 \times 33×3.

Jumlah kolom matriks BBB (yaitu 2) tidak sama dengan jumlah baris matriks AAA (yaitu 3).

Oleh karena itu, perkalian BABABA tidak terdefinisi. Ini menunjukkan salah satu sifat penting perkalian matriks.

Sifat-Sifat Perkalian Matriks

Perkalian matriks memiliki beberapa sifat penting:

  1. Umumnya Tidak Komutatif:

    Artinya, AB≠BAAB \neq BAAB=BA. Kita sudah melihat contoh di atas di mana ABABAB terdefinisi tetapi BABABA tidak. Bahkan jika keduanya terdefinisi, hasilnya belum tentu sama.

  2. Asosiatif:

    Jika perkalian matriks A,B,A, B,A,B, dan CCC terdefinisi, maka berlaku (AB)C=A(BC)(AB)C = A(BC)(AB)C=A(BC). Artinya, urutan pengelompokan perkalian tidak mengubah hasil akhir.

  3. Distributif:

    Perkalian matriks bersifat distributif terhadap penjumlahan atau pengurangan matriks:

    A(B+C)=AB+ACA(B + C) = AB + ACA(B+C)=AB+AC
    (A+B)C=AC+BC(A + B)C = AC + BC(A+B)C=AC+BC

    Ini berlaku jika semua operasi penjumlahan dan perkalian yang terlibat terdefinisi.

  4. Perkalian dengan Matriks Identitas (III):

    Jika AAA adalah matriks persegi berordo n×nn \times nn×n dan III adalah matriks identitas berordo n×nn \times nn×n, maka berlaku:

    AI=IA=AAI = IA = AAI=IA=A

    Matriks identitas berperan seperti angka 1 dalam perkalian bilangan biasa.

  5. Perkalian dengan Skalar (kkk):

    Jika kkk adalah sebuah skalar (bilangan riil), maka:

    k(AB)=(kA)B=A(kB)k(AB) = (kA)B = A(kB)k(AB)=(kA)B=A(kB)

Menghitung Pendapatan

Perkalian matriks sangat berguna dalam berbagai bidang, salah satunya untuk mengelola data dan menghitung nilai agregat.

Bayangkan sebuah industri rumahan memproduksi tiga jenis makanan: keripik tempe, keripik pisang, dan keripik kentang.

Makanan tersebut dipasarkan ke tiga tempat: Tempat A, Tempat B, dan Tempat C.

Banyaknya keripik (dalam toples) yang terjual di setiap tempat disajikan dalam matriks PPP. Kolom-kolom pada matriks PPP berturut-turut menunjukkan Tempat A, Tempat B, dan Tempat C, sedangkan baris-barisnya berturut-turut menunjukkan keripik tempe, keripik pisang, dan keripik kentang.

P=[151220251015151520]Keripik TempeKeripik PisangKeripik KentangP = \begin{bmatrix} 15 & 12 & 20 \\ 25 & 10 & 15 \\ 15 & 15 & 20 \end{bmatrix} \begin{matrix} \text{Keripik Tempe} \\ \text{Keripik Pisang} \\ \text{Keripik Kentang} \end{matrix}P=​152515​121015​201520​​Keripik TempeKeripik PisangKeripik Kentang​

Baris pertama ([151220]\begin{bmatrix} 15 & 12 & 20 \end{bmatrix}[15​12​20​]) berarti 15 toples keripik tempe terjual di Tempat A, 12 di Tempat B, dan 20 di Tempat C.

Harga untuk setiap toples keripik (dalam rupiah) dinyatakan dalam matriks kolom QQQ berikut:

Q=[20.00015.00030.000]Harga Keripik TempeHarga Keripik PisangHarga Keripik KentangQ = \begin{bmatrix} 20.000 \\ 15.000 \\ 30.000 \end{bmatrix} \begin{matrix} \text{Harga Keripik Tempe} \\ \text{Harga Keripik Pisang} \\ \text{Harga Keripik Kentang} \end{matrix}Q=​20.00015.00030.000​​Harga Keripik TempeHarga Keripik PisangHarga Keripik Kentang​

Untuk menentukan total pendapatan dari setiap jenis keripik di semua tempat, kita bisa mengalikan matriks PPP dengan matriks QQQ.

Namun, perhatikan ordo matriks. Matriks PPP berordo 3×33 \times 33×3 dan matriks QQQ berordo 3×13 \times 13×1. Jumlah kolom PPP (3) sama dengan jumlah baris QQQ (3), sehingga PQPQPQ dapat dihitung dan akan menghasilkan matriks RRR berordo 3×13 \times 13×1.

Matriks R=PQR = PQR=PQ akan menunjukkan total pendapatan untuk setiap jenis keripik.

R=PQ=[151220251015151520][20.00015.00030.000]R = PQ = \begin{bmatrix} 15 & 12 & 20 \\ 25 & 10 & 15 \\ 15 & 15 & 20 \end{bmatrix} \begin{bmatrix} 20.000 \\ 15.000 \\ 30.000 \end{bmatrix}R=PQ=​152515​121015​201520​​​20.00015.00030.000​​
R=[(15)(20.000)+(12)(15.000)+(20)(30.000)(25)(20.000)+(10)(15.000)+(15)(30.000)(15)(20.000)+(15)(15.000)+(20)(30.000)]R = \begin{bmatrix} (15)(20.000) + (12)(15.000) + (20)(30.000) \\ (25)(20.000) + (10)(15.000) + (15)(30.000) \\ (15)(20.000) + (15)(15.000) + (20)(30.000) \end{bmatrix}R=​(15)(20.000)+(12)(15.000)+(20)(30.000)(25)(20.000)+(10)(15.000)+(15)(30.000)(15)(20.000)+(15)(15.000)+(20)(30.000)​​
R=[300.000+180.000+600.000500.000+150.000+450.000300.000+225.000+600.000]R = \begin{bmatrix} 300.000 + 180.000 + 600.000 \\ 500.000 + 150.000 + 450.000 \\ 300.000 + 225.000 + 600.000 \end{bmatrix}R=​300.000+180.000+600.000500.000+150.000+450.000300.000+225.000+600.000​​
R=[1.080.0001.100.0001.125.000]Total Pendapatan Keripik TempeTotal Pendapatan Keripik PisangTotal Pendapatan Keripik KentangR = \begin{bmatrix} 1.080.000 \\ 1.100.000 \\ 1.125.000 \end{bmatrix} \begin{matrix} \text{Total Pendapatan Keripik Tempe} \\ \text{Total Pendapatan Keripik Pisang} \\ \text{Total Pendapatan Keripik Kentang} \end{matrix}R=​1.080.0001.100.0001.125.000​​Total Pendapatan Keripik TempeTotal Pendapatan Keripik PisangTotal Pendapatan Keripik Kentang​

Dari matriks RRR, kita bisa melihat bahwa total pendapatan dari penjualan keripik tempe adalah Rp1.080.000, keripik pisang Rp1.100.000, dan keripik kentang Rp1.125.000.

Jika pertanyaannya adalah "tentukan matriks pendapatan untuk setiap tempat", maka kita perlu mengatur matriks harga QQQ secara berbeda atau melakukan perkalian dengan transpos dari PPP.

Misalkan kita ingin mencari total pendapatan di Tempat A, Tempat B, dan Tempat C. Kita bisa menggunakan matriks harga sebagai matriks baris QT=[20.00015.00030.000]Q^T = \begin{bmatrix} 20.000 & 15.000 & 30.000 \end{bmatrix}QT=[20.000​15.000​30.000​] dan mengalikannya dengan matriks PPP: S=QTPS = Q^T PS=QTP.

Matriks QTQ^TQT berordo 1×31 \times 31×3 dan PPP berordo 3×33 \times 33×3. Hasilnya SSS akan berordo 1×31 \times 31×3.

S=[20.00015.00030.000][151220251015151520]S = \begin{bmatrix} 20.000 & 15.000 & 30.000 \end{bmatrix} \begin{bmatrix} 15 & 12 & 20 \\ 25 & 10 & 15 \\ 15 & 15 & 20 \end{bmatrix}S=[20.000​15.000​30.000​]​152515​121015​201520​​
s11=(20.000)(15)+(15.000)(25)+(30.000)(15)=300.000+375.000+450.000=1.125.000s_{11} = (20.000)(15) + (15.000)(25) + (30.000)(15) = 300.000 + 375.000 + 450.000 = 1.125.000s11​=(20.000)(15)+(15.000)(25)+(30.000)(15)=300.000+375.000+450.000=1.125.000
s12=(20.000)(12)+(15.000)(10)+(30.000)(15)=240.000+150.000+450.000=840.000s_{12} = (20.000)(12) + (15.000)(10) + (30.000)(15) = 240.000 + 150.000 + 450.000 = 840.000s12​=(20.000)(12)+(15.000)(10)+(30.000)(15)=240.000+150.000+450.000=840.000
s13=(20.000)(20)+(15.000)(15)+(30.000)(20)=400.000+225.000+600.000=1.225.000s_{13} = (20.000)(20) + (15.000)(15) + (30.000)(20) = 400.000 + 225.000 + 600.000 = 1.225.000s13​=(20.000)(20)+(15.000)(15)+(30.000)(20)=400.000+225.000+600.000=1.225.000

Maka, S=[1.125.000840.0001.225.000]S = \begin{bmatrix} 1.125.000 & 840.000 & 1.225.000 \end{bmatrix}S=[1.125.000​840.000​1.225.000​].

Ini berarti total pendapatan dari Tempat A adalah Rp1.125.000, dari Tempat B adalah Rp840.000, dan dari Tempat C adalah Rp1.225.000.

Interpretasi elemen matriks hasil perkalian sangat bergantung pada bagaimana matriks awal didefinisikan dan bagaimana perkalian dilakukan.

Latihan

Diberikan matriks-matriks berikut:

C=[1−312]C = \begin{bmatrix} 1 & -3 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}C=[11​−32​]
D=[1−482]D = \begin{bmatrix} 1 & -4 \\ 8 & 2 \end{bmatrix}D=[18​−42​]

Tentukan matriks CDCDCD dan matriks DCDCDC.

Apakah CD=DCCD = DCCD=DC?

Kunci Jawaban

  1. Menghitung CDCDCD:

    Matriks CCC berordo 2×22 \times 22×2 dan DDD berordo 2×22 \times 22×2. Hasilnya akan berordo 2×22 \times 22×2.

    CD=[1−312][1−482]CD = \begin{bmatrix} 1 & -3 \\ 1 & 2 \end{bmatrix} \begin{bmatrix} 1 & -4 \\ 8 & 2 \end{bmatrix}CD=[11​−32​][18​−42​]
    CD=[(1)(1)+(−3)(8)(1)(−4)+(−3)(2)(1)(1)+(2)(8)(1)(−4)+(2)(2)]CD = \begin{bmatrix} (1)(1) + (-3)(8) & (1)(-4) + (-3)(2) \\ (1)(1) + (2)(8) & (1)(-4) + (2)(2) \end{bmatrix}CD=[(1)(1)+(−3)(8)(1)(1)+(2)(8)​(1)(−4)+(−3)(2)(1)(−4)+(2)(2)​]
    CD=[1−24−4−61+16−4+4]CD = \begin{bmatrix} 1 - 24 & -4 - 6 \\ 1 + 16 & -4 + 4 \end{bmatrix}CD=[1−241+16​−4−6−4+4​]
    CD=[−23−10170]CD = \begin{bmatrix} -23 & -10 \\ 17 & 0 \end{bmatrix}CD=[−2317​−100​]
  2. Menghitung DCDCDC:

    Matriks DDD berordo 2×22 \times 22×2 dan CCC berordo 2×22 \times 22×2. Hasilnya akan berordo 2×22 \times 22×2.

    DC=[1−482][1−312]DC = \begin{bmatrix} 1 & -4 \\ 8 & 2 \end{bmatrix} \begin{bmatrix} 1 & -3 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}DC=[18​−42​][11​−32​]
    DC=[(1)(1)+(−4)(1)(1)(−3)+(−4)(2)(8)(1)+(2)(1)(8)(−3)+(2)(2)]DC = \begin{bmatrix} (1)(1) + (-4)(1) & (1)(-3) + (-4)(2) \\ (8)(1) + (2)(1) & (8)(-3) + (2)(2) \end{bmatrix}DC=[(1)(1)+(−4)(1)(8)(1)+(2)(1)​(1)(−3)+(−4)(2)(8)(−3)+(2)(2)​]
    DC=[1−4−3−88+2−24+4]DC = \begin{bmatrix} 1 - 4 & -3 - 8 \\ 8 + 2 & -24 + 4 \end{bmatrix}DC=[1−48+2​−3−8−24+4​]
    DC=[−3−1110−20]DC = \begin{bmatrix} -3 & -11 \\ 10 & -20 \end{bmatrix}DC=[−310​−11−20​]

Dari hasil di atas, terlihat bahwa CD=[−23−10170]CD = \begin{bmatrix} -23 & -10 \\ 17 & 0 \end{bmatrix}CD=[−2317​−100​] dan DC=[−3−1110−20]DC = \begin{bmatrix} -3 & -11 \\ 10 & -20 \end{bmatrix}DC=[−310​−11−20​].

Jadi, CD≠DCCD \neq DCCD=DC. Ini adalah contoh lain yang menunjukkan bahwa perkalian matriks umumnya tidak bersifat komutatif.

Sebelumnya

Perkalian Matriks dengan Skalar

Selanjutnya

Determinan Matriks

  • Perkalian MatriksKuasai aturan perkalian matriks, syarat, dan perhitungan. Pelajari metode langkah demi langkah, sifat-sifat, dan aplikasi nyata dengan contoh.
Pada halaman ini
  • Memahami Perkalian Dua Matriks
    • Syarat Perkalian Matriks
    • Cara Menghitung Elemen Hasil Perkalian
  • Langkah-Langkah Mengalikan Matriks
  • Contoh Perkalian Dua Matriks
  • Sifat-Sifat Perkalian Matriks
  • Menghitung Pendapatan
  • Latihan
    • Kunci Jawaban
  • Komentar
  • Lapor
  • Kode sumber